fbpx
Pantai Ngobaran – Perpaduan Keindahan Alam & Budaya

Pantai Ngobaran – Perpaduan Keindahan Alam & Budaya

Jika kamu ingin melihat keindahan alam yang berpadu dengan budaya setempat, Kamu bisa datang ke Yogyakarta. Perpaduan keduanya menjadikan keindahanya semakin lengkap. Pantai Ngobaran adalah salah satunya.

Pantai yang menggabungkan keindahan bentang alamnya dengan kebudayaan Hindu yang sangat kental. Keberadaan Arca, Pura dan juga ritual-ritual keagamaan yang sering dilakukan disini menjadikan pantai ini mempunyai daya tarik tersendiri.

Baca Juga “Keindahan Cahaya Sunset Pantai Parangtritis”

Bentang alam pantai Ngobaran

Terletak di deretan pesisir pantai gunung kidul (Maps).Pantai ini buka 24 jam setiap selasa-minggu, hanya senin saja yang tutup. Harga tiket masuknya pun sangat murah, yaitu hanya dengan 5.000 rupiah saja kamu bisa menikmati keindahan alam dan kebudayaan masyarakat sekitar.

Pantai ini sebenarnya kecil, hanya saja wujudnya lebih banyak lahan berpasir dan tebing-tebing karang yang menjulang tinggi. Akan tetapi justru keberadaan tebing-teing itulah yang banyak menjadi tujuan wisatawan. Melihat keindahan Pantai Ngobaran dari atas tebing sambil berswafoto di sekitar pura dan arca. Selain itu, jika beruntung kamu juga bisa melihat ritual upacara adat agama hindu.

Baca Juga “Pantai Baron, Keunikanya menjadi Daya Tarik Tersendiri”

Gerbang & Arca Pantai Ngobaran

Terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai ini bertetangga dengan Pantai Nguyahan. Keduanya terletak di sepanjang Jalan Ngobaran yang dihiasi kios-kios.

Salah satu yang menjadi ciri pantai ini adalah adanya jalan setapak yang mengarah menuju taman. Terdapat hiasan berupa gerbang dengan gaya arsitektur bali yang menunjukkan ciri khas agama hindu menyerupai gerbang menuju pura. Terdapat pula patung dewa-dewi yang menyebar sekitar gerbang.

Gerbang dengan nuansa bali ciri khas agama hindu

Baca Juga “Pantai Wohkudo”

Kilas Sejarah

Keberadaan pantai ini mempunyai kisah yang berhubungan dengan kerajaan Demak dan Majapahit. Saat itu kerajaan Demak di bawah kepemimpinan Raden Patah menyerang kerajaan majapahit dibawah kepemimpinan Raja Prabu Brawijaya V yang notabene adalah ayahnya sendiri.

Prabu Brawijaya V yang tidak ingin bertarung melawan anaknya sendiri akhirnya memilih untuk pergi bersama Bondan Kejawen putranya yang lain. Versi lain ada yang menyebutkan Beliau tidak pergi bersama Bondan kejawen melainkan bersama sang istri.

Baca Juga “Manapaki Pasir Putih Pantai Indrayanti”

Karena menghadapi jalan buntu, Prabu Brawijaya V melakukan Ucal Muksa yaitu pembakaran diri. Ternyata pembakaran tersebut menghasilkan kobaran api yang sangat besar. Sehingga muncul nama Pantai Ngobaran yang berasal dari kata “kobaran”.

Versi lain menyebutkan bahwa Prabu Brawijaya V tidak benar-benar membakar dirinya, karena masyarakat menemukan banyak tulang belulang anjing dari sisa pembakaran tersebut.

Salah satu alasan, Sang Prabu menghindar adalah karena beliau tidak mau memeluk ajaran agama Islam seperti halnya Raden Patah.

Baca Juga “Pantai Sadranan- Kecantikan Alami Pantai Jogja”

Bukti Sila Ke-3 Persatuan Indonesia

Salah satu yang menjadi daya tarik dari pantai ini adalah perbedaan agama yang terlihat bisa berjalan bersisihan dengan damai. Ada agama Islam, Hindu, Budha dan Kejawen yang terlihat kental.

Hal ini terbukti dengan adanya Masjid Aoliya , Pura, dan Candi Mojodipo. Saat tiba waktu solat, kita bisa melihat umat islam melangkah menuju masjid Aoliya, saat-saat tertentu kita juga bisa melihat umah hindu dengan ritualnya di pura atau bibir pantai. Sedang Umat budha juga kejawen biasanya melakukan ritual di candi Mojodipo.

Hal ini selain menjadi wisata religi, juga membuktikan kebenaran dari Pancasila sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia. Semoga Indonesia selalu aman, tentram dan damai.

Baca Juga “Wisata Pantai di Jogja”

Daya Tarik Pantai Ngobaran

Julukan “Ulu Watu nya Jogja”

Pantai Ngobaran dijuluki Ulu Watu Nya Jogja

Pantai Ngobaran berada di atas tebing dengan bangunan Pura seperti di Bali. Nuansa ini memang akan mengingatkan para pengunjung kepada salah satu obyek wisata Bali, yaitu Uluwatu. Dari atas Anda bisa melihat pemandangan lautan biru yang luas dan memantulkan sinar matahari berwarna keemasan.

Terdapat banyak batu karang di bawah tebing dengan ukuran bervariasi. Jika Anda ingin merasakan sensasi deburan ombak di sekitar karang, silahkan menuruni tebing melalui akses tangga yang tersedia.

Baca Juga “Wisata Jogja di Gunung Kidul yang wajib dikunjungi”

Spot Foto Yang Menarik

Meskipun tidak terlalu besar, akan tetapi pantai ini mempunyai banyak spot-spot instagramable untuk latar foto kamu. Selain di arca, pura juga ada perahu dan beberapa spot yang memang disediakan oleh pihak pengelola.

Tentunya sekitar tebing dan bibir pantai tidak kalah menarik, karena berada disini kamu akan terasa seperti berada di uluwatu Bali.

Kuliner Seafood Special Landak Laut

Pantai memang terkenal dengan olahan special seafood nya. Begitu juga dengan pantai ini, ada banyak olahan seafood yang bisa kamu nikmati. Akan tetapi ada yang istimewa yang mungkin tidak di semua tempat bisa kamu temukan. Landak laut, adalah salah satu menu yang ditawarkan di pantai ini.

Penasaran seperti apa rasanya? kamu wajib coba dan datang lansung ketempat ini.

Rute Menuju Pantai Ngobaran

Ada dua rute umum yang bisa kamu lewati yaitu :

  1. Via Jalan Imogiri
    Rute pertama adalah melewati Jalan Imogiri. Pertama-tama, dari Kota Yogyakarta, arahkan jalan lurus ke selatan menuju Jalan Imogiri Timur.
  2. Via Kota Wonosari
    Rute kedua adalah melalui Kota Wonosari. Dari Kota Yogyakarta, Anda harus mengambil jalan menuju ringroad selatan kemudian Piyungan.

Bagaimana dengan Liburan kamu sobat traveller? Sepertinya pantai yang satu ini wajib banget masuk ke salah satu agenda traveling kamu ya! Selain menawan, tempat ini sarat dengan budaya indonesia yang wajib untuk dilestarikan.

Ikuti terus perjalanan kami, dan jangan lupa juga baca “99 Wisata Jogja yang wajib kamu kunjungi” sebagai referensi tujuan kamu ya!