Museum Benteng Vredeburg, Saksi Bisu Masa Kolonial

Museum Benteng Vredeburg, Saksi Bisu Masa Kolonial

Pernah ga sih kamu liat bangunan megah yang berada di sisi utara titik 0 kilometer Yogyakarta? Bangunan yang memiliki bentuk benteng ini bernama Benteng Vredeburg. Penasaran ga sih dengan apa yang ada didalam benteng ini? Terus sejak kapan sih benteng ini ada? Simak terus yuk!

Baca Juga “Kue Kipo, Jajanan Khas Kotagede yang Kenyal dan Lumer di Mulut”

Benteng Vredeburg tampak depan
Benteng Vredeburg (Kemdikbud)

Sejarah Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg merupakan bangunan cagar budaya yang dibangun semasa Pemerintahan Belanda pada tahun 1760. Benteng ini berdiri di atas tanah yang memiliki luas kurang lebih 2100m2. Fungsi dibangunnya benteng ini sebagai pertahanan. Hal ini dapat diketahui dari bentuk bangunannya yang memiliki menara pengawas di setiap sudut bentengnya dan adanya parti yang mengelilingi benteng ini.

Pada masa itu, benteng ini didirikan oleh pihak Belanda karena mereka khawatir akan perkembangan Kasultanan Yogyakarta yang sangat pesat. Maka dari itu, untuk dapat mengontrol perkembangan yang ada di dalam keraton dan sekitarnya. Pihak Belanda mengusulkan kepada sultan untuk membangun sebuah benteng di dekat keraton dengan alasan dapat ikut membantu menjaga keamanan daerah Kasultanan Yogyakarta.

Setelah mendapatka izin dari Sri Sultan Hamengkubuwana I dimulailah pembangunan benteng ini pada tahun 1760 dengan bentuk yang masih sangat sederhana.

Pada tahun 1767, gubernur pantai Utara Jawa di Semarang meminta kepada Sultan untuk memperkuat benteng tersebut agar keamanan orang-orang Belanda terjamin. Setelah Izin dikantongi, pembangunan akhirnya dimulai kembali dan selesai pada tahun 1787 dengan nama resmi Rustenburgh yang memiliki arti sebagai “tempat istirahat”.

Baca Juga “Candi Kimpulan, Potongan Sejarah Ditengah Universitas”

Tampilan di dalam Benteng Vredeburg
Tampilan di dalam Benteng Vredeburg (kebudayaan.jogjakota.go.id)

Tahun 1867, terjadi bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Hal ini membuat benteng ini memerlukan perbaikan dibeberapa sektor. Setelah selesai dilakukannya pemugaran oleh Daendels, benteng ini pun diberikan nama baru. Dari Rustenburgh diubahlah menjadi nama yang sekarang yaitu Vredeburg yang memiliki arti sebagai”perdamaian”.

Benteng ini sendiri sudah mengalami begitu banyak perubahan fungsi. Pada tahun 1760 hingga 1830 benteng ini difungsikan sebagai benteng pertahanan, setelah itu benteng ini digunakan sebagai markas militer Belanda dan Jepang sampai tahun 1945. Pada tahun 1945 sampai 1977 benteng ini difungsikan sebagai Mabes Militer RI.

Akhirnya pada tahun 1977, Pihak militer menyerahkan benteng ini kepada permerintah dan ditetapkan bahwa Benteng Vredeburg digunakan sebagai Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara.

Diorama di dalam Museum Vredeburg
Diorama di dalam Museum Vredeburg (kebudayaan.jogjakota.go.id)

Museum Benteng Vredeburg Saat Ini

Sejak tahun 1992 hingga saat ini, secara resmi Benteng Vredeburg dijadikan Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Saat ini ada beberapa koleksi yang ditampilkan seperti diorama perjuangan bangsa Indonesia mulai dari era sebelum Proklamasi 1945 sampai pada era Orde Baru. Ada juga benda-benda bersejarah, seperti foto dan lukisan tentang perjuangan hingga setelah kemerdekaan Indonesia. Serta bangunan-bangunan peninggalan masa Belanda yang dipertahankan sesuai bentuk aslinya.

Buat kamu yang mau dateng ke liburan ke Museum Benteng Vredeburg. Cobain deh pakai JogjaKita, ada banyak promo yang menanti kamu! Gas download disini!